MENGETAHUI JAM KERJA DAN WAKTU PILOT BESAR CREWNYA

Indonesia memberlakukan per­aturan keselamatan dan keamanan penerbangan sipil diterbitkan oleh Menteri Perhubungan c.q. Direktur Jenderal Perhubungan Udara RI yang dikenal sebagai Civil Aviation Safety Regulations (CASR) atau dalam Bahasa Indonesia disebut Peraturan Keselamat­an Penerbangan Sipil (PKPS). CASR sendiri me­ngacu pada Federal Aviation Regulations (FAR) buatan Federal Aviation Authority (FAA) Amerika Serikat. CASR-CASR tersebut direvisi dan dimutakhirkan secara berkala sesuai dengan perubah­an yang ada pada ICAO Annex maupun perkembangan industri penerbangan.

Seluruh profesi penerbangan sipil di Indonesia wajib menaati CASR, kebijakan dan ketentuan dari maskapai di mana ia ditugaskan. Kebijakan dan ketentuan maskapai yang disebut Company Operation Manual (COM) diper­bolehkan membuat keputusan tersendiri, namun tetap tidak diboleh­kan melanggar ketentuan dari CASR.

Jam Terbang dan Jam Kerja Pilot
Seorang pilot memiliki batasan atau limitasi jam kerja dan jam terbang. Jam kerja/flight duty time seorang pilot adalah kurun waktu yang dihitung pada saat melapor untuk dinas terbang sampai dengan menyelesaikan semua tugas-tugas resmi serangkaian penerbangan yang telah dilakukan. Rata-rata maskapai di Indonesia waktu melapor untuk tugas terbang adalah 1 jam 30 menit, sedangkan jam terbang/flight time adalah kurun waktu pesawat mulai bergerak dengan kekuatan mesin sendiri sampai dengan berhenti dan seluruh mesin dimatikan dalam suatu misi penerbangan.

Contohnya penerbangan dari Jakarta menuju Denpasar adalah 1 jam 40 menit. Bila penerbangan dilaksanakan PP (pergi-pulang) selama dua kali, maka total jam terbangnya adalah 6 jam 40 menit. Sedangkan jam kerja pilot tersebut dihitung dari jam terbang (6 jam 40 menit) ditambah jam lapor untuk bertugas sebelum terbang 1 jam 30 menit, waktu transit 3 kali selama 40 menit, yaitu 2 jam dan pengurusan tugas setelah terbang selama 10 menit, sehingga diakumulasikan jam kerja pilot tersebut adalah 10 jam 10 menit.

CASR secara umum membatasi jam terbang pilot dalam industri penerbangan diatur secara ketat dengan ketentuan dasar maksimum jam kerja adalah 14 jam dalam penjadwalan 24 jam dan maksimum jam terbang adalah 9 jam dalam penjadwalan 24 jam. Adapun batasan jam terbang dengan jumlah dua pilot secara akumulasi dalam CASR  dapat diuraikan sebagai berikut :
1. 9 jam terbang dalam 24 jam pe­n­jadwalan
2. 30 jam terbang dalam 7 hari berturut­-turut
3. 110 jam terbang dalam satu bulan kalender
4. 1.050 jam terbang dalam satu ­tahun kalender

Jam Kerja Kru Penerbangan

Pramugari/pramugara tidak dibatasi oleh jam terbang. Namun dibatasi oleh batasan jam kerja. Seorang pramgari/pramugara dibatasi jam kerja yang sama dengan pilot, yak­ni maksimum 14 jam bekerja. Flight Operations Officer sebagai petugas yang mempersiapkan seluruh penerbangan mempunyai batasan jam kerja, yaitu maksimum 10 jam.

Seorang ATC (Air Traffic Controller) sebagai pemandu lalu lintas pesawat mempunyai batasan jam kerja maksimum adalah 6 jam sehari, 30 jam seminggu dan diberikan waktu istirahat 45 menit setelah 2 jam melaksankan controlling dan juga diberikan istirahat selama 45 menit setelah melaksanakan assistant controlling.

Perhatikan Waktu Istirahat
Waktu istirahat/rest periode adalah kurun waktu istirahat total antara jadwal saat ini dengan jadwal berikutnya. Untuk seorang pilot diperhitungkan minimal 9 jam (sesuai batasan minimum CASR) ditambah waktu tempuh kendaraan dari rumah/hotel ke bandar udara atau sebaliknya sehingga minimum menjadi rata-rata 12 jam.

Seorang pramugari/pramugara wajib beristirahat paling tidak selama 8 jam setelah penerbangan terakhir. Begitu juga dengan Flight Operations Officer bila akan ditugaskan lebih dari ketentuan yaitu 10 jam dalam 24 jam berturut-turut, maka wajib diberikan 8 jam sebelum melaksanakan tugas lembur.

Advertisements